Penerangan Kodim 0411/KM
Di tepian sungai wilayah teritorial Koramil 411-12/Gunung Sugih, Kodim 0411/Kota Metro. Tanpa memedulikan rasa lelah di hari libur, para prajurit berseragam loreng bersama warga masyarakat rela bermandikan peluh dan berkuah lumpur demi “ngunjal” (melansir) material pembangunan Jembatan Gantung Garuda pada Minggu (24/05/2026).
Pembangunan jembatan ini bukan sekadar sasaran fisik, melainkan sebuah pertaruhan harapan bagi warga agar tidak lagi terisolasi. Fakta perjuangan yang terekam dalam dokumentasi lapangan memperlihatkan betapa beratnya medan yang harus ditaklukkan demi tegaknya fondasi Jembatan Gantung Garuda.
Karena jauhnya akses kendaraan, sebagian material bangunan seperti semen dan batu split harus dilansir secara manual. Para prajurit Koramil 411-12/GS bersama warga harus menuruni tebing tanah yang curam, licin, dan rawan longsor untuk mengumpulkan sak-sak material di bibir sungai.
Guna menyeberangkan material ke titik pondasi seberang, mereka hanya mengandalkan sebuah rakit bambu darurat yang dirakit sederhana dan dilapisi selembar triplek miring. Sambil berdiri di dalam air keruh setinggi lutut hingga pinggang, kaki-kaki kokoh prajurit TNI dan warga menahan laju rakit agar tidak terbawa arus sungai yang siap menghanyutkan apa saja di atasnya.
Proses pemindahan material dari tumpukan menuju rakitpun memerlukan perjuangan dan semangat yang tinggi. Kulit yang bergesekan langsung dengan kasarnya karung semen menjadi hal biasa. Pundak para Babinsa dan warga menjadi tumpuan utama, digerakkan oleh satu tekad: Jembatan Gantung Garuda harus berdiri.
“Melihat langsung bagaimana anggota kami di lapangan bersama warga memikul sak material seberat itu, lalu menyeberangkannya menggunakan rakit bambu di atas arus sungai, benar-benar membuat dada kita sesak oleh rasa bangga sekaligus haru. Inilah wajah asli TNI, kami memberikan tenaga, pundak, dan seluruh kemampuan kami demi kesulitan rakyat,” ujar Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., secara terpisah.
Kerja keras yang menguras fisik ini dilakukan dengan penuh keikhlasan. Senyum lelah namun sarat akan semangat gotong royong memancar dari wajah para petarung teritorial ini. Tumpukan karung material berhasil dilansir satu demi satu ke seberang sungai demi mempercepat pengecoran tiang utama jembatan.
Kegiatan melansir material yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kemanunggalan. Pundak boleh terasa linu, kaki boleh terendam air dingin sungai, namun semangat juang demi Jembatan Gantung Garuda tetap tegak berdiri demi masa depan Lampung Tengah. (DL)